PERANAN PENDIDIKAN KARAKTER PANCASILA UNIVERSITAS TANJUNGPURA DALAM MENGHINDARI PERGAULAN BEBAS REMAJA

 PERANAN PENDIDIKAN KARAKTER PANCASILA UNIVERSITAS TANJUNGPURA DALAM MENGHINDARI PERGAULAN BEBAS REMAJA 

  Ripsani Hadjna Boelky

Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Tanjungpura 

Email: f1071221052@student.untan.ac.id


ABSTRACT

Teenagers have a strong curiosity about something new and tend to do new things to find their true identity. Without supervision from parents and the surrounding environment can make teenagers fall into negative things. One of the negative things is promiscuity. Free association can be in the form of deviant behaviors that are not in accordance with religious values/norms and rules. This study aims to get an overview of the influence of Tanjungpura University character education on promiscuity along with looking for the causal factors. This research includes descriptive research using a qualitative approach. The factors that cause promiscuity in adolescents are; (1) Low self-control; (2) The low self-awareness of adolescents about the dangers of promiscuity; (3) religious values ​​tend to be lacking; (4) Unfavorable lifestyle; (5) The low level of family education; (6) The condition of the family environment that is less harmonious; (7) Lack of parental attention; (8) Influence from friends.

Keywords : Youth, character education, promiscuity

ABSTRAK

Remaja memiliki rasa ingin tahu yang kuat akan sesuatu hal baru dan cenderung untuk melakukan hal-hal baru guna mencari jati diri mereka yang sebenarnya. Tanpa pengawasan dari orang tua dan lingkungan sekitar dapat membuat remaja terjerumus dalam hal-hal yang negatif. Salah satu hal negatif tersebut adalah pergaulan bebas. Pergaulan bebas dapat berupa perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilai/norma agama beserta kaidah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengaruh dari pendidikan karakter universitas tanjungpura terhadap pergaulan bebas beserta mencari faktor penyebabnya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas pada remaja yaitu ; (1) Rendahnya kontrol diri; (2) Rendahnya kesadaran diri remaja terhadap bahaya pergaulan bebas; (3) Nilai-nilai keagamaan cenderung kurang; (4) Gaya hidup yang kurang baik; (5) Rendahnya taraf pendidikan keluarga; (6) Keadaan lingkungan keluarga yang kurang harmonis; (7) Minimnya perhatian orang tua; (8) Pengaruh dari teman.

Kata kunci : Remaja, pendidikan karakter, pergaulan bebas


1. PENDAHULUAN

Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis remaja, yang tercermin dari kelambanannya. Perkembangan negara dan tingkat kenakalan remaja yang tinggi sebagai tanda kurangnya potensi remaja memiliki di sisi lain, remaja diharapkan untuk memerintah negara sebagai anak muda di masa depan. Sehingga generasi muda (remaja) dapat menentukan arah pembangunan negara. Demi pembangunan masa depan bangsa Indonesia, sebagai penerus bangsa, pembentukan karakter bagi remaja sangat penting untuk menciptakan keduanya produksi yang berkualitas. Mereka biasanya dapat melakukan ini pada remaja dengan kepribadian yang kuat mencegah kenakalan remaja. Sebagai mahasiswa, kita tertarik pada masa remaja karena pembentukan kepribadian remaja dapat menyaring informasi tidak cocok untuk mereka. informasi dapat diperoleh dari area  sekolah, rumah dan lingkungan persahabatan. 

Seiring dengan arus informasi, dipercepat oleh kemajuan teknologi informasi sangat cepat. Proses internalisasi menurut berbagai sumber diterima oleh anak muda pola pikir, yang dapat terwujud dalam bentuk tindakan dan perilaku. Urgensi pendidikan karakter salah satu upaya kami untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia diperkuat dengan kebijakan pemerintah melalui pendidikan karakter berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, yang diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan. Derivasi kebijakan yang mewujudkan cita-cita pengembangan karakter sebagaimana disyaratkan oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, serta untuk mengatasi permasalahan bangsa saat ini, pemerintah telah menjadikan pendidikan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional.

Pergaulan bebas anak usia remaja pada era milenial masih menjadi polemik. Era milenial berjalan semakin cepat seiring dengan diikutinya peningkatan kemajuan teknologi yang memberikan nilai tambah dengan kemudahan akses terhadap segala informasi, hal ini memiliki dampak terhadap pola kehidupan masyarakat dari berbagai kalangan terutama anak usia remaja. Menurut Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa ‘pemberontakan’. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan rumah maupun di lingkungan pertemanannya. Kenakalan remaja pada saat ini, seperti yang banyak diberitakan di berbagai media, dapat dikatakan sudah melebihi batas yang sewajarnya‘pemberontakan’. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan rumah maupun di lingkungan pertemanannya. Kenakalan remaja pada saat ini, seperti yang banyak diberitakan di berbagai media, dapat dikatakan sudah melebihi batas yang sewajarnya. 


2. METODELOGI

Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan maksud untuk meneliti, mengkaji kualitatuf atau menelaah keadaan yang ada sekarang. Penelitian ini berkenaan dengan kondisi saat ini yang sedang aktual, praktek-praktek yang sedang berlaku, proses-proses yang sedang berlangsung, pengaruh-pengaruh yang sedang dirasakan atau kecenderungan yang sedang berkembang. Maka dapat dipahami bahwa penelitian ini termasuk ke dalam tipe penelitian deskiptif kualitatif, dengan maksud mengkaji informasi tentang peranan penting pendikar pancasila untan didalam menghindari pergaulan bebas remaja saat ini.


3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas pada remaja yaitu ; (1) Rendahnya kontrol diri; (2) Rendahnya kesadaran diri remaja terhadap bahaya pergaulan bebas; (3) Nilai-nilai keagamaan cenderung kurang; (4) Gaya hidup yang kurang baik; (5) Rendahnya taraf pendidikan keluarga; (6) Keadaan lingkungan keluarga yang kurang harmonis; (7) Minimnya perhatian orang tua; (8) Pengaruh dari teman (Anwar dkk, 2019).

Pendidikan Karakter Pancasila Universitas Tanjungpura merupakan wadah dalam membentuk karakter mahasiswa. Didalam pendidikan karakter mengajarkan mengenai berbagai macam aspek kehidupan beserta bagaimana menjalin persaudaraan antar bernegara. Biasanya setiap melakukan pertemuan pendikar pancasila untan memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuck melakukan diskusi mengenai beberapa hal yang bisa dibahas, seperti mengenai pergaulan bebas, kenalan remaja, dan berbagai topik diskusi lainnya. Setidaknya dari diskusi persaudaraan yang dilakukan mahasiswa mendapatkan sedikit gambaran tentang bahaya dari pergaulan bebas jadi itu bisa menjadi salah satu alasan agar mahasiswa dapat menghindarinya hal ini. 

Pendidikan Karakter Pancasila Universitas Tanjungpura juga dapat membuat tali persaudaraan semakin erat, karena dari pendidikan karakter ini semua mahasiswa disatukan darj yang berbeda fakultas, program studi dan sifat-sifat yang tentunya berbeda juga disatukan menjadi dalam satu pemikiran. Selain itu, nilai keagamaan juga diuji disini seperti dalam setiap dilakukan diskusi diberikan hasil pembahasan dengan pandangan dari masing-masing agama serta tak jarang dilakukan kajian malam bagi umat muslim yang dapat meningkatkan keimanan kita dan agar lebih dekat dengan tuhan yang maha esa.


DAFTAR PUSTAKA

Nadirah, S. (2017). Peranan Pendidikan Dalam Menghindari Pergaulan Bebas Anak Usia Remaja. Musawa: Journal for Gender Studies, 9(2), 309-351.

Marwoko, G. (2019). Psikologi Perkembangan Masa Remaja. Tasyri: Jurnal Tarbiyah-Syariah-Islamiyah, 26(1), 60-75.

Shidiq, A. F., & Raharjo, S. T. (2018). Peran pendidikan karakter di masa remaja sebagai pencegahan kenakalan remaja. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 176-187.

Anwar, H. K., Martunis, M., & Fajriani, F. (2019). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas Pada Remaja Di Kota Banda Aceh. JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 4(2).